Terdakwa Helmi Mangkir Lagi

CIBINONG–Terdakwa Kasus dugaan gratifikasi Rp16 miliar, Helmi Gustian kembali mangkir di persidangan. Mantan Kepala Dinas Binamarga dan Pengairan (DBMP) Kabupaten Bogor itu urung duduk di kursi pesakitan dengan alasan sakit.Ketidakhadiran Helmi, merupakan yang ketiga kalinya. Kasi Tindak pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Negeri Cibinong Sri Haryanto, mengatakan sidang perdana Helmi mestinya dilakukan pada Rabu (15/5).

“Tetapi melalui penasehat hukumnya disebutkan, yang bersangkutan tidak bisa menghadiri persidangan karena sakit,” ujarnya.Menurut dia, kuasa hukum Helmi, datang dengan bukti tiga lembar surat keterangan sakit dan kwitansi pembayaran obat yang dikeluarkan rumah sakit. Surat tersebut, bertanggal 29 April 2013. Isi surat itu hanya menyebutkan keterangan fisioterapi tanpa diagnosa penyakit yang diderita Helmi.Hary-sapaannya-, mengungkapkan, Senin (6/5) atau sembilan hari sebelum jadwal sidang, Kejaksaan telah mendatangi Helmi untuk memastikan kondisi kesehatan yang bersangkutan. Hal ini, dikarenakan sejak 18 Maret lalu, Hakim Pengadilan Tinggi Bandung mengabulkan permohonan pembantaran terdakwa, yang  dirawat di RSUD Cibinong. Dalam putusan itu, Hakim meminta Kejaksaan untuk memantau kesehatan terdakwa, untuk dihadirkan dipersidangan.Kasi Intel Kejari Cibinong, Bayu Adhinugroho, mengatakan pihaknya kini menunggu instruksi dari majelis hakim. “Kami menunggu surat dari pengadilan,” katanya.Apakah Helmi akan dihadirkan secara paksa? “Itu mungkin saja. Kalau pengadilan menginstruksikan seperti itu, akan kami jemput dan hadirkan secara paksa,” tegasnyaHelmi dijerat pasal 12 huruf e, Undang-Undang Tipikor, tentang Tindakan Pemerasan. Berkas perkaranya sudah lengkap dan dilimpahkan ke Pengadilan Tipokor, sejak awal Maret lalu. Sidang perdananya dijadwalkan sejak Rabu (18/3).