Tampilkan postingan dengan label Peristiwa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Peristiwa. Tampilkan semua postingan
Ibu hamil tewas terlindas truk di Cilincing akibat jalan rusak
09.15
Peristiwa
Pasangan suami istri (Pasutri), Moh Septadi (27) dan Juninar (26) mengalami kecelakaan saat motor yang dinaikinya jatuh di Jalan Cilincing, Jakarta Utara. Akibatnya, Juninar yang sedang hamil tewas terlindas kontainer, sedangkan Septadi mengalami luka-luka.
Kejadian berawal saat Septiadi ingin mengantarkan Juninar yang hendak bekerja di Kawasan Berikat Nusantara, Marunda, Jakarta Utara. Keduanya berboncengan mengendarai sepeda motor Yamaha Mio berwarna hijau hitam bernopol B 3314 BNF.
Saat keduanya melaju kencang, mereka terhalang oleh truk kontainer Nissan dengan nomor polisi B 9088 UEH. Merasa tak sabar, Septiadi mencoba mendahului dari sebelah kiri. Namun, ternyata lajur yang dilalui oleh mereka adalah bagian jalan rusak.
Akhirnya motor tersebut lepas kendali dan terjatuh tepat di depan truk yang dikemudikan oleh Kuswandi Bin Sadeli. "Julinar terjatuh ke sisi kanan, tepat ke dalam kolong truk yang disopiri Kuswandi. Sementara itu, Septadi terjatuh ke sisi kiri dan mengalami luka di pelipis kanan," ujar Kanit Laka Lantas Polres Jakarta Utara, AKP Daud Iskandar, Senin (26/8).
Selanjutnya jenazah korban yang merupakan warga Karanganyar, Sawah Besar, Jakarta Pusat itu dibawa ke RSCM untuk keperluan autopsi. Sementara itu, Kuswandi terancam dengan Pasal 310 (4) UU No 22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas dengan ancaman hukuman penjara lima tahun dan denda Rp 10 juta.
Begitu sunyi di kontrakan Herman saat Rahmawati dibunuh
09.12
Peristiwa
Teka-teki pembunuh Putri Rahmawati hingga kini masih misterius. Sejumlah warga di sekitar lokasi mengaku tak mendapatkan kecurigaan apapun selama 24 jam sebelum, perempuan kelahiran 29 Agustus itu ditemukan tewas pada Sabtu (24/08) malam sekira pukul 20.00 WIB di rumah kontrakan teman lelakinya, Herman Sumantri.
Damol (28), tetangga depan rumah kontrakan Herman, mengatakan, tak menaruh curiga saat malam kejadian. Bahkan istrinya yang setiap hari berada di dalam rumah mengasuh anak, juga tak mengetahui peristiwa apapun sebelum Rahmawati ditemukan tewas. "Istri di rumah, nggak kemana-kemana, satu hari (Sabtu) itu nggak ada suara mencurigakan dari rumah kontrakan," kata Damol kepada di Bekasi, Senin (26/08).
Lebih lanjut kata dia, sebelum korban ditemukan tak bernyawa oleh teman lelakinya itu, kondisi di sekitar rumah biasa saja. Hanya sejumlah tetangga sekitar yang lalu lalang. Sedangkan, di dalam rumah kontrakan Herman tak ada aktivitas terbuka. "Biasanya nggak ada yang aneh, dan mencurigakan," tambahnya.
Rumah kontrakan milik Arsad yang dihuni oleh Herman masih terpasang garis polisi. Sesekali warga sekitar yang melintas, menengok ke rumah kontrakan berukuran 3X5 meter persegi tersebut.
Di dalam rumah sendiri masih terlihat barang-barang elektronik milik Herman seperti perangkat komputer, televisi LCD, tas di bagian pojok di bawah meja, kipas angin, sedangkan pintu kamar mandi masih terbuka. Sebelumnya, Putri Rahmawati ditemukan tewas dalam keadaan telanjang di kamar mandi rumah kontrakan pacarnya, Herman Sumantri (24) di Jalan Raya Jatiwaringin, Gang Swadaya 1 RT 1/2, Kelurahan Jatiwaringin, Kecamatan Pondokgede, Kota Bekasi, Sabtu (24/08) sekitar pukul 20.00 WIB.
Anehnya, polisi tak menemukan bercak darah, sedangkan letak pakaiannya berada di ruang tengah. Penyidik Polsek Pondokgede saat ini sedang melakukan penyelidikan dengan memintai keterangan pacar korban, Herman Sumantri secara intensif. Selain Herman, penyidik juga memeriksa sejumlah saksi di lokasi kejadian di antaranya; tetangga depan yang membantu mengevakuasi korban dari kamar mandi, pemilik kontrakan, dan saksi lainnya termasuk dari keluarga.
Wakil bupati Bogor akan menjadi saksi video porno
09.07
Peristiwa
Wakil Bupati Bogor Karyawan Faturahman, tersangka penyebar video porno, Wakil Ketua DPRD Jawa Barat Rudy Harsa Tanaya akan menjadi saksi dalam persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Bandung. Pria yang akrab disapa Karfat itu akan memberikan kesaksian terhadap terdakwa Indra Sanjaya Laksana.
Senin (26/8) ini pemeriksaan saksi-saksi sejatinya dilakukan terhadap korban sekaligus pemeran dalam video tersebut yakni Rudy. Namun. Rudy tidak bisa hadir dengan alasan yang tidak jelas. "Memang tidak hadir (Rudy), tapi kita tetap memeriksa saksi-saksi lainnya," ujar Jaksa Penuntut Umum Yuniarto di PN Bandung, Senin (26/8).
Setelah Rudy, JPU inginkan Karfat yang memberikan kesaksian, dalam perkara tersebut, namun dirinya menyerahkan kepada hakim. "Kalau diperlukan tidak menutup kemungkinan bisa dipanggil menjadi saksi," tegasnya. Dia mengaku heran untuk tersangka Karfat ini mengapa belum juga berkasnya dilimpahkan kepada Kejaksaan, padahal tersangka Indra sudah ditahan oleh penyidik sejak ditahan 1 Febuari 2013 lalu.
Kemudian 8 Juli 2013 dilaksanakan persidangan pertama dengan agenda pembacaan dakwaan. "Saya tidak tahu itu karena itu masih ranahnya penyidik (Polda) kalau sudah dilimpah maka secepatnya kami akan menyidangkannya," ucapnya. Indra sendiri didakwa melakukan perbuatan sebagaimana diatur dalam dakwaan Kesatu atau Primer yakni Pasal 29 UU No 44 tahun 2008 tentang pornografi junto Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP, kedua primer Pasal 335 ayat (1) ke (1) KUHP, subsidair pasal 335 ayat (1) ke-2 KUHP. Sedangkan tersangka Karfat yang juga Ketua LSM Karfat dijerat dengan Pasal 29 Undang-undang Pornografi dan Pasal 55 KUHP tentang turut serta atau menyuruh seseorang melakukan kejahatan.
Polisi masih mencari pisau yang dipakai gorok Rahmawati
09.04
Peristiwa
Aparat Reskrim Polsek Pondokgede dan Polda Metro Jaya tadi sekitar pukul 20.00 WIB tadi mencari barang bukti senjata tajam di pinggir Jalan Raya Jatiwaringin, Pondokgede, Kota Bekasi. Mereka mencari pisau yang digunakan untuk menggorok leher Putri Rahmawati. Lantaran warga keburu berdatangan,
petugas kemudian meninggalkan lokasi. Kapolsek Pondokgede, Kompol Kunto Wibisono mengaku masih melakukan penyelidikan. Pihaknya saat ini sedang melakukan investigasi. "Masih melakukan penyelidikan, masih diinvestigasi oleh tim," kata Kunto kepada merdeka.com di Bekasi, Senin (26/08) malam.
Sebelumnya, Putri Rahmawati ditemukan tewas dalam keadaan telanjang di kamar mandi rumah kontrakan pacarnya, Herman Sumantri (24) di Jalan Raya Jatiwaringin, Gang Swadaya 1 RT 1/2, Kelurahan Jatiwaringin, Kecamatan Pondokgede, Kota Bekasi, Sabtu (24/08) sekitar pukul 20.00 WIB.
Korban tewas dengan luka sayat di leher. Sedangkan, luka di tangan kiri diduga korban melawan sebelum dibunuh. Saat polisi olah TKP, tak ditemukan bercak darah di dalam kamar mandi. Bahkan, pakaian korban terpisah, berada di ruangan tengah.
Bos Malaysia bandingkan bendera merah putih dengan kolor
23.20
Berita Terbaru, Peristiwa
Seorang pimpinan perusahaan industri CPO di Dumai, Riau menyulut amarah warga setempat. Bos CPO tersebut telah mengucapkan kata-kata diduga menghina lambang bendera merah putih, Jumat (16/8) pekan lalu.
Ketua Forum Komunikasi Putra Putri Purnawirawan TNI-Polri (FKPPI) di Kota Dumai Amris, Selasa, mengatakan, ucapan yang dilontarkan Broderick Chin itu sangat melukai hati masyarakat yang sedang bersukacita merayakan hari kemerdekaan RI ke 68.
Sejumlah aliansi masyarakat dan himpunan mahasiswa telah menggelar aksi protes dan mengecam pernyataan Broderick Chin, pimpinan PT Kreasijaya Adhikarya yang membandingkan bendera merah putih dengan kolor (celana dalam-red) miliknya.
Perilaku bos yang berkebangsaan Malaysia ini, menurutnya tidak bisa dimaafkan dan harus diproses sebagaimana mestinya dengan tegas.
"Ucapan pimpinan perusahaan ini sangat melukai hati bangsa kita, dan jika benar, kami minta dia dipecat dan tidak boleh berada di Dumai," kata Amris tegas seperti dikutip dari Antara, Senin (20/8).
Aksi protes juga akan dilakukan puluhan mahasiswa gabungan Dumai atas nama Aliansi Rakyat Indonesia Merdeka dengan ber-longmarch menuju areal PT Pelindo dimana PT Kreasijaya Adhikarya beroperasi di lingkungan tersebut.
Teguh, mahasiswa Dumai mengatakan, penghinaan atas bendera merah putih tidak bisa ditoleransi dan mesti diusir dari NKRI. Mahasiswa menuntut Broderick Chin diadili atas pelecehan dan penghinaan kemerdekaan Indonesia dan non aktifkan perusahaan tersebut di Dumai dengan mencabut izin operasinya.
"Dia telah menginjak harga diri bangsa ini dan kita tidak boleh berdiam diri, harus bertindak dan mengusir dia dan perusahaannya di negara Indonesia. Kita menuntut dia diadili seberat-beratnya atas penghinaan kemerdekaan bangsa Indonesia," sebut Teguh. Abdul Razak
Ahok nilai pemerintah tak becus bangun infrastruktur daerah
23.15
Berita Terbaru, Peristiwa
Masalah perusahaan dan gaji buruh, hingga kini masih menjadi polemik di Jakarta. Sejumlah perusahaan masih enggan menaikkan gaji buruh sesuai UMP yang berlaku, yakni Rp 2,2 juta per bulan.
Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki T Purnama (Ahok) berpendapat jika kebutuhan hidup di Jakarta sebenarnya Rp 3,5 juta per bulan. Oleh karena itu, pihaknya menyalahkan pemerintah pusat yang lamban membangun infrastruktur di daerah-daerah.
"Kalau hidup di Jakarta standarnya memang Rp 3,5 juta. Makanya kita bilang pemerintah pusat agar bangun pusat struktur yang bener," ujar Ahok di Balai Kota, Jakarta, Selasa (20/8).
Politikus Gerindra ini menegaskan jika komponen hidup layak di Ibu Kota nilainya tinggi.
"Kalau produksinya kamu tidak bisa menutupi gaji artinya perusahaan kamu tidak boleh ada di tempat yang KHL-nya mahal dong. Coba kamu jadi pegawai mau makan apa. Makanya harus pindah keluar kota kan. Keluar kota juga jadi masalah karena nggak ada infrastruktur kan. Pusatnya itu yang jadi masalah," jelas Ahok.
Yang menjadi PR atau masalah krusial yang belum selesai, menurut orang nomor dua DKI ini karena pemerintah pusat belum membangun infrastruktur di daerah-daerah.
"Keluar kota juga jadi masalah karena nggak ada infrastruktur kan. Pusatnya itu yang jadi masalah," tandasnya.
Senada dengan Ahok, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo ( Jokowi ) menilai perusahaan yang tak mampu membayar pekerjanya sesuai Upah Minimum Provinsi (UMP) sebaiknya keluar dari Jakarta. Menurutnya, Jakarta saat ini sudah dipenuhi banyak perusahaan.
"Ya pasti industri-industri yang padat orang yang punya hitung-hitungannya sendiri masih seperti itu, tapi apa kita mau di Jakarta ini penuh dengan industri-industri, kan tidak. Arah kita kan jelas, kalau industri memang baiknya di luar Jakarta, dipinggiran Jakarta," ungkap Jokowi di Balai Kota Jakarta, Senin (19/8).
Meski demikian, Jokowi mengatakan, persoalan PHK yang dilakukan perusahaan terhadap karyawannya adalah urusan internal perusahaan dengan pekerjanya.
"Ya kalau enggak sanggup gimana, ya itu kan urusan perusahaan dengan pekerja. Mereka kan bisa berbicara," katanya.







MANCANEGARA

